SEO On-Site: Melakukan Optimasi

seo on site

SEO on-site adalah proses melakukan perubahan pada halaman website pribadi agar menjadi relevan dengan kata kunci yang dicari pengguna internet. Pada artikel sebelumnya (baca “Mengenal Search Engine Optimization“) telah dibahas secara singkat mengenai SEO. Secara umum, ada dua jenis optimasi SEO, yaitu on-site dan off-site. Dalam artikel ini, kita akan lebih jauh membahas mengenai optimasi pada SEO on-site.

Berdasarkan kategori, jenis optimasi SEO ini termasuk kategori optimasi tingkat dasar. Optimasi ini dilakukan agar halaman website menjadi relevan terhadap kata kunci yang dicari oleh pengguna internet sehingga durasi waktu pengguna mengunjungi website menjadi lebih lama. Semakin relevan situs Anda terhadap kata kunci pada mesin pencarian, kemungkinan pengguna internet kembali mengunjungi situs Anda akan semakin meningkat.

Cara Mudah Menerapkan SEO On-Site

Untuk mulai melakukan optimasi ini, yang harus dilakukan adalah memasukkan kata kunci yang akan digunakan di website (misal: search engine optimization) ke bagian-bagian berikut:

  1. Nama domain (jika memungkinkan);
  2. Judul konten;
  3. Meta deskripsi;
  4. URL (pastikan URL Anda singkat dan mengandung kata kunci);
  5. Sub judul (H1,H2, ds)t;
  6. Gambar pada konten (nama file dan alt text sebagai keterangan tambahan pada gambar);
  7. Isi konten;
  8. Tautan internal;
  9. Tautan eksternal ke situs otoritas (misal: Tentang Google);
  10. Breadcrumbs (navigasi pada sebuah blog yang menunjukkan letak keberadaan artikel/konten yang sedang pengunjung lihat).

Tips Melakukan SEO On-Site

Setelah mengetahui bagian-bagian mana saja yang dapat digunakan untuk melakukan optimasi on-site, beberapa tips berikut ini dapat membantu Anda untuk menerapkan SEO pada website Anda agar dapat bekerja secara optimal:

#1 Terapkan Permalink yang SEO Friendly

Internet marketer yang menggunakan teknik ini, tentu mengetahui permalink yang SEO friendly dan sering digunakan oleh pemain SEO kelas dunia. Permalink tersebut adalah /%postname% dan /%postname%/.

#2 Gunakan Tag H1 & H2 Dinamis

Fitur ini biasanya sudah terdapat pada tema-tema terbaru. H1 biasa digunakan sebagai judul konten dan H2 untuk subjudul.

#3 Hindari Duplikasi Tag Judul

Jika website Anda memiliki tag judul yang serupa, maka hal tersebut dapat mengurangi performa website Anda pada mesin pencari. Tag judul ini tidak hanya terpaku pada judul konten, melainkan juga pada judul kategori, tags, bahkan halaman attachment.

 

Beekreatif dapat membantu Anda untuk meningkatkan website Anda dalam mesin pencarian dengan menerapkan SEO pada konten-konten website. Beekreatif adalah agen konsultasi yang juga bergerak di bidang pengembangan website, desain grafis, dan digital marketing. Jika Anda ingin membangun website untuk pribadi ataupun bisnis, kami siap untuk mendengar cerita Anda dan apa yang ingin Anda capai di masa depan.